“Sesungguhnya untuk mencapai apa yang telah dijamin, pasti akan sampai kepadamu, dan keteledoranmu terhadap kewajiban yang diamanatkan kepadamu, sebagai bukti butanya mata hatimu.”

Hikmah Al Hikam ke 5 ini masih berkaitan dengan i’tikad bahwa takdir tak bisa diubah sebagaimana pendirian syech Ibnu Athaillah.
Dengan tidak dapat berubahnya takdir maka maka menurut syech manusia tidak perlu menyibukkan diri untuk mengatur kesibukan dunia karena telah selesai diatur oleh Allah SWT. Dengan telah selesai diatur itulah maka manusia tidak perlu resah, gelisah terhadap apa yang sudah dijamin Allah akan sampai kepada masing-masing manusia karena tak akan pernah tertukar satu sama lain. Selanjutnya syech menyoroti bahwa kebanyakan manusia justru melakukan keteledoran dengan tidak memperhatikan terhadap kewajiban yang diamanatkan kepada manusia. Keteledoran yang terjadi karena sibuk ikut mengatur kesibukan dunia dan melalaikan kewajiban yaitu beribadah kepada tuhan. Menurut syech keteledoran ini merupakan bukti nyata butanya mata hati manusia. Apa yang sudah digariskan oleh Allah untuk kita miliki tak akan pernah dapat direbut oleh orang lain. Demikian pula apa-apa yang digariskan tuhan akan dimiliki oleh orang lain tidak akan pernah kita mampu untuk merebutnya. Apabila kita ngotot untuk merebutnya maka tuhan akan memberikan teguran kepada kita dengan rasa kesal, kecewa dan sakit hati. Semakin kita ngotot maka semakin kuat pula intensitas kesal, kecewa dan sakit hati yang akan kita rasakan. Jalan terbaik adalah tetap berjalan di rel kita sendiri. Melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Tidak perlu mencampuri urusan orang lain dan selalu berusaha menerima semua ketentuan Allah. Serahkan kepada kehendak Allah setelah kita berusaha secara maksimal tanpa mencoba mengganggu orang lain. Tetaplah beribadah dengan sebaiknya. Peribadatan yang baik dan maksimal ibarat mata air jernih yang akan mengalirkan air jernih hingga ke muara. Yang baik akan terus menumbuhkan kebaikan. Beribadahlah sebaik mungkin dan serahkan sisanya kepada Allah. Apa yang sudah dijamin pasti akan sampai, tak akan pernah salah alamat.